Wanita dicipta untuk dilindungi

November 21st, 2006 by kusmaniez

Allah SWT tidak menciptakan wanita dari kepala laki-laki untuk dijadikan
atasannya. Tidak juga Allah SWT ciptakan wanita dari kaki laki-laki untuk
dijadikan bawahannya. Tetapi Allah menciptakan wanita dari tulang rusuk laki-laki, dekat dengan lenganya untuk dilindunginya, dan dekat dengan hatinya untuk dicintainya.

Allah tidak menciptakan wanita sebagai komplementer atau sebagai barang
substitusi apalagi sekedar objek buat laki-laki. Tetapi Allah menciptakan
wanita sebagai teman yang mendampingi hidup Adam tatkala kesepian di
surga. Juga Allah ciptakan wanita sebagai pasangan hidup laki-laki yang
akan menyempurnakan hidupnya sekaligus sebab lahirnya generasi, disamping
tunduk dan beribadah kepada Allah tentunya.

Tetapi mengapa tetap saja ada laki-laki yang tunduk di bawah kaki wanita.
Mengemis cintanya, berharap kasih sayangnya dengan menggadaikan
kepemimpinan, bahkan kehormatan dan harga dirinya.
Wanita dipuja bagai dewa, disanjung bagai Dewi Shinta, yang banyak
menyebabkan laki-laki buta mata, buta telingga, bahkan buta mata hatinya.

Namun ada juga yang menganggap rendah wanita. Wanita dinista, dihina.
Kesuciannya dijadikan objek yang tidak bernilai harganya. Tenaganya
dieksploitasi bagaikan kuda. Kelembutannya dijadikan transaksi murahan
yang tak seimbang valuenya.

Wanita dijadikan sekedar pemuas nafsu belaka, bila habis madunya, dengan
seenaknya di buang ke keranjang sampah, atau dianggap sandal jepit yang
tak berguna.

Jika wanita itu adalah ibu kita, kakak atau adik perempuan kita, dan anak
kita, relakah kita melihat mereka menjajakan diri di gelapnya malam yang
mencekam. Relakah kita melihat mereka membanting tulang mengumpulkan
rupiah atau dollar dengan mayat terbujur kaku sebagai resikonya?

Jika wanita itu adalah ibu kita, kakak atau adik perempuan kita, dan anak
kita, relakah kita membiarkannya seperti seonggok jasad hidup yang tidak
memiliki nilai guna?

Jika wanita itu adalah ibu kita, kakak atau adik perempuan kita, dan anak
kita, relakah kita membiarkannya beringas, liar, ganas, tidak
berpendidikan, bodoh, dunggu, hanya karena ketidakmampuan ayah memberi
nafkah, karena ketidakmampuan kita medidik dan mencintainya, karena
ketidakmampuan kita melindunginya, sebagaimana Allah menciptakan wanita
dari tulang rusuk laki-laki, dekat dengan lengannya untuk dilindunginya,
dekat dengan hatinya untuk dicintainnya.

Ia tetap wanita, yang diciptakan Allah SWT dengan segala kelebihan dan
kekuranganya. Tidak bisa manusia dengan akalnya yang kerdil ini mengganti
kedudukannya apa lagi fitrahnya.

Ia bagaikan sekuntum bunga terpelihara, tidak semua kumbang bisa menghisap
madunya. Lemah lembutlah dalam memperlakukannya, karena kalau tidak, ia
bisa seganas srigala.

KERJA KERASKU MEMBUAHKAN HASIL

May 24th, 2006 by kusmaniez

Sore itu, langit-langit yang semula terang benderang tiba-tiba menjadi gelap gulita karena tertutup awan hitam. Udara yang semula panas dengan seketika menjadi dingin karena kencangnya angin yang bertiup. “Aduhhh… gimana niii… dah waktunya pulang lagi”,  seru Amerta dengan gundah. Dan tiba-tiba, “Kenapa Mer, kok kayanya cemas gitu…”, tanya Rifka sambil memegang pundak Amerta dan Amerta pun terkejut. “Iya kenapa…” jawab Amerta sambil terkejut. “Ooo…kamu Rifka, aku kira siapa… Ga da apa-apa kok…”, jawab Amerta sambil mengusap dahinya yang berkeringat. “Bner ga da apa-apa…”, tegas Rifka. “Iya ga da apa-apa kok…”, jawab Amerta seraya menutupi kecemasannya. “Ok…klo gitu aku pulang dulu ya…pay….”, pamit Rifka.

Tak lama setelah Rifka pulang, Amertapun bergegas menyelesaikan pekerjaannya. Dan DEEEEEERRRRR…. Suara petirpun mulai terdengar sangat tajam dan turunlah hujan dibarengi oleh angin yang sangat kencang, semakin lama Amertapun merasa takut. Sendiri… ya… Amerta tertinggal di kantornya, semua teman-temannya tlah pulang lebih dulu. Sekilas Amertapun berpikir “Kapan ya… aku bisa seperti teman-temanku, bisa cepet pulang dan tidak harus berkotor-kotor seperti aku…”. Kemudian smua itu, Amerta tepis “Sudahlah… aku tetap bersyukur karena aku masih diberi rizky Allah tuk bekerja diperusahaan ini”. Walau dengan perasaan takut, akhirnya Amertapun kembali bersemangat. “Bisa… pasti aku bisa…” kata itulah yang selalu menyemangati dirinya.

Malam tlah semakin larut, tubuh yang semula segar dan penuh semangat, kini mulai merasakan letih. “Aku harus pulang…lagian untunglah hujan mulai reda”, seru Amerta sambil menyiapkan diri untuk pulang. Malam ini tepat jam 9, jalan-jalan sudah terlihat sangat sepi. Hanya satu dua orang saja yang masih terlihat, kendaraanpun sudah mulai jarang yang lewat. Amertapun bergegas mempercepat langkahnya.

Setiba di rumah, “Assalamu alaikum… bu… ibu di mana?”, tanya Amerta sambil mencari-cari ibunya keseluruh ruangan. “Ibu di sini nak…ibu di dalam kamar”, sahut ibunya. “Ibu lagi ngapain? tumben di kamar, sudah makan?”, tanya Amerta. “Belum, ibu nunggu kamu”, jawab ibunya. “Makan yuk bu…Amerta sudah lapar”, kata Amerta. “Yuk…”, sahut ibunya.

Amerta tinggal bersama ibunya, orang yang telah berjuang untuk menghidupinya. Tak ada lagi sanak saudara bahkan seorang ayah, ayah Amerta telah meninggal sewaktu Amerta duduk di kelas 1 (satu) sekolah dasar. Ayahnya meninggal dalam tragedi sewaktu ia bekerja sebagai buruh pabrik. Hancur berkeping-keping hati seorang ibu, orang yang paling iya sayang telah pergi mendahuluinya. Takkan lupa dibenak Amerta, sewaktu jenazah ayahnya di usung ke rumahnya. Tak terasa air mata Amertapun berlinang dan hanya satu kata yang ada di benak Amerta saat itu, “Aku harus menjadi ayah, aku harus membahagiakan ibuku”.

Kini Amerta telah dewasa, usahanya untuk membahagiakan ibunya kini telah terwujud. Walaupun ia hanya bekerja sebagai pesuruh di suatu perusahaan, hatinya tetap senang karena dapat membahagiakan ibunya.

“SLAMAT…. PAGIIIIII… SANG FAJAR…”, sambut Amerta dengan tersenyum. “Wah… sudah jam 4 pagi… aku harus segera siap-siap berangkat kerja ni…”. Amerta pun segera bangun dan bersiap tuk berangkat kerja. “Mmm… wangi sekali… makasi ibu… ibu dah masak makanan kesukaanku”, rayu Amerta kepada ibunya. Walau cuma

tempe

goreng dan sayur daun singkong, Amerta tetap lahap memakannya. Ya… beginilah Amerta, selalu bersyukur dengan apa yang ia peroleh. “Ibu aku berangkat… Assalamu alaikum”, salam Amerta. “Ati-ati nak, walaikum salam…”, sahut ibunya.

Setiba di tempat ia bekerja, ia langsung mengerjakan apa saja yang bisa dan memang harus ia kerjakan. Setiap waktu istirahat tiba, Amerta selalu menyisihkan waktunya untuk membuat sebuah kerajinan tangan dari bahan-bahan bekas yang ia temukan di kantin. Amerta memang sangat rajin, sampai-sampai teman-temannya rela untuk membeli hasil karyanya yang sederhana itu. Selain sederhana, kerajinan tangan yang Amerta buat memang memiliki keindangan tersendiri, keindahan yang tidak semua orang memilikinya.

Amerta selalu bekerja keras, waktu demi waktu ia habiskan hanya untuk membahagiakan ibunya. Cinta kasih seorang ibu merupakan obat dari segala obat dan pemacu semangat yang sangat dahsyat. “Mer… sedang apa kamu?”, tanya atasannya. “Biasa pak bersih-bersih…”, jawab Amerta. “Bisa kamu ke ruangan saya sebentar…”, tanya atasannya. “Bisa pak, sebentar saya rapikan ini dulu pak”, jawab Amerta.

Saat di ruangan atasannya, mujizatpun terjadi. “Alhamdulillah… terima kasih ya Allah…”, seru Amerta sambil dengan hati yang gembira. Atasannya memberikan modal untuk membantunya mengembangkan hobbinya membuat kerajinan bahan bekas dan karena usahanya yang ulet dan pantang menyerah, akhirnya usahanya pun maju dan membuahkan hasil. “Ya Allah… sembah sujud ku haturkan kepadamu karena kerja kerasku membuahkan hasil… terima kasih ya Allah… dan tak lupa terima kasihku untukmu ibu, karena tanpamu entah apa jadinya aku ini sekarang…”, syukur Amerta.

Karya : Kusma Miretna

Jakarta

, 23 Mei 2006

10 Tips Membina Persahabatan

April 23rd, 2006 by kusmaniez

10 Tips Membina Persahabatan

1. Pikirkanlah apa yang dapat kamu berikan kepada sahabatmu bukan apa yang
dapat kamu peroleh dari persahabatan. Jangan bersahabat hanya demi
memperoleh kesenangan, karena jika demikian, kamu bukanlah sahabat sejati.
Hargailah sahabatmu seperti kamu ingin dihargai

2. Dukunglah sahabatmu. Sahabat sejati selalu saling menyemangati dan
‘mendorong’supaya mereka bersama-sama dapat menjadi yang terbaik bukannya
saling menjatuhkan. Ia turut berbahagia ketika sahabatnya berhasil
mencapai apa yang diinginkannya dan tidak merasa tersaingi.

3. Bersedia untuk memaafkan Jangan biarkan ‘luka’ berkembang menjadi
kepahitan karena hal ini akan menghancurkan persahabatan yang ada. Maafkan
kesalahan yang diperbuat oleh sahabatmu dan jangan biarkan luka itu
merusak hubunganmu.

4. Jangan memandang kesalahan yang dibuatnya Ini adalah suatu cara untuk
menunjukkan betapa kita peduli terhadap dia. Jangan tinggalkan sahabatmu
saat dia berbuat kesalahan. Bersabarlah dan tuntunlah dia untuk berubah.
Sadarilah bahwa tidak ada orang yang sempurna.

5. Jadilah sahabat yang dapat diandalkan dan tepatilah janji yang telah
kamu ucapkan.

6. Jangan mencoba untuk mengontrol sahabatmu. Bersahabat bukan berarti
harus selalu bersama-sama. Memang akan sangat menyenangkan bila dapat
selalu bersama dengan orang yang kita kasihi. Namun ingat, sahabat kita
itu bukan monopoli kita sendiri karena ia juga mempunyai teman lain selain
kita. Untuk itu jangan merasa dikhianati ketika temanmu bergaul dengan
yang lain, sebaliknya usahakan kamu juga dapat berteman dengan mereka. Hal
ini
akan membuat kita dan sahabat kita lebih menghargai satu sama lain.

7. Selalu ada disaat senang maupun susah Bergembiralah bersama mereka saat
mereka sedang bergembira namun jangan ada hanya pada saat senang saja.
Ketika sahabatmu sedang kesal akan sesuatu, berikan mereka perhatian. Yang
paling dibutuhkan dari seorang sahabat adalah sepasang telinga yang
simpatik dan yang mau memahami perasaan mereka.

8. Menerima apa adanya sahabatmu Jangan menuntut sahabat kita untuk
bereaksi dengan cara yang sama seperti yang biasa kita lakukan. Hargailah
dia apa adanya termasuk juga keputusan yang dia ambil yang mungkin tidak
sesuai dengan kehendak kita.

9. Jangan jadi ‘Ember’ (mulut bocor). Belajarlah untuk menjaga rahasia
sahabatmu.

10. Jangan biarkan perbedaan pendapat menghancurkan persahabatanmu.
Misalkan kamu sedang berdiskusi dengan sahabatmu dan waktu kamu
mengemukakan pendapat yang menurut kamu benar ternyata ia tidak setuju.
Bila itu terjadi, jangan terus berdebat yang hanya akan membuat kamu
dongkol. Lepaskan hasrat untuk menang sendiri daripada persahabatanmu
rusak karenanya.

Tentang Kentang

March 28th, 2006 by kusmaniez

Suatu ketika, ada seorang guru yang meminta murid-muridnya
untuk membawa satu kantung plastik bening ke sekolah. Lalu, ia meminta
setiap anak untuk memasukkan beberapa kentang di dalamnya. Setiap anak,
diminta untuk memasukkan sebuah kentang, untuk setiap orang yang tak mau
mereka maafkan.

Mereka diminta untuk menuliskan nama orang itu, dan
mencantumkan tanggal di dalamnya. Ada beberapa anak yang memiliki kantung
yang ringan, walau banyak juga yang memiliki plastik kelebihan beban.

Mereka diminta untuk membawa kantung bening itu siang dan
malam. Kemana saja, harus mereka bawa, selama satu minggu penuh. Kantung
itu, harus ada di sisi mereka kala tidur, di letakkan di meja saat belajar,
dan ditenteng saat berjalan.

Lama-kelamaan kondisi kentang itu makin tak menentu. Banyak
dari kentang itu yang membusuk dan mengeluarkan bau yang tak sedap. Hampir
semua anak mengeluh dengan pekerjaan ini. Akhirnya, waktu satu minggu itu
selesai.
Dan semua anak, agaknya banyak yang memilih untuk membuangnya
daripada menyimpannya terus menerus.

pekerjaan ini, setidaknya, memberikan hikmah spiritual
yang besar sekali buat anak-anak. Suka-duka saat membawa-bawa kantung
yang berat, akan menjelaskan pada mereka, bahwa, membawa beban
itu,sesungguhnya sangat tidak menyenangkan. Memaafkan, sebenarnya, adalah
pekerjaan yang lebih mudah, daripada membawa semua beban itu kemana saja
kita melangkah.

Ini adalah sebuah perumpamaan yang baik tentang harga yang
harus kita bayar untuk sebuah kepahitan yang kita simpan, dan
dendam yang kita genggam terus menerus. Getir, berat, dan
merupakan aroma yang tak sedap,bisa jadi, itulah nilai yang akan kita
dapatkan saat memendam amarah dan kebencian.

Sering kita berpikir, memaafkan adalah hadiah bagi orang yang
kita beri maaf. Namun, kita harus kembali belajar, bahwa,
pemberian itu, adalah juga hadiah buat diri kita sendiri. Hadiah, untuk sebuah kebebasan.
Kebebasan dari rasa tertekan, rasa dendam, rasa amarah, dan
kedegilan hati.

Tiket Menuju Kebahagiaan, Adakah?

March 27th, 2006 by kusmaniez

Tiket Menuju Kebahagiaan, Adakah?
Sawitri Supardi Sadarjoen, psikolog

Mengapa banyak di antara kita merasa tidak bahagia? Penyebabnya, kita lebih banyak tahu tentang: "apa yang harus kita lakukan untuk menjadi orang yang berbahagia" daripada tahu tentang: "mengapa kita tidak bahagia".

Perasaan tidak bahagia sebenarnya adalah penyakit. Hal itu adalah bentuk dari upaya meracuni diri sendiri. Mari kita rawat penyakit itu dengan cara yang terjangkau. Kita cermati gejala penyakit tersebut dan kita hancurkan gejala itu.
Di bawah ini terdaftar hal-hal yang biasanya merupakan gejala yang meracuni kebahagiaan kita beserta antibodi yang dapat menghancurkan gejala penyakit ketidakbahagiaan kita.

Racun pertama: Menghindar
Gejalanya, lari dari kenyataan, mengabaikan tanggung jawab, padahal dengan melarikan diri dari kenyataan kita hanya akan mendapat kebahagiaan semu yang berlangsung sesaat.

Antibodinya: Realitas.
Cara: Berhentilah menipu diri. Jangan terlalu serius dalam menghadapi masalah karena rumah sakit jiwa sudah dipenuhi pasien yang selalu mengikuti kesedihannya dan merasa lingkungannya menjadi sumber frustrasi. Jadi, selesaikan setiap masalah yang dihadapi secara tuntas dan yakinilah bahwa segala sesuatu yang terbaik selalu harus diupayakan dengan keras.

Racun kedua: Ketakutan
Gejalanya, tidak yakin diri, tegang, cemas yang antara lain bisa disebabkan kesulitan keuangan, konflik perkawinan, kesulitan seksual.

Antibodinya: Keberanian.
Cara: Hindari menjadi sosok yang bergantung pada kecemasan. Ingatlah 99 persen hal yang kita cemaskan tidak pernah terjadi. Keberanian adalah pertahanan diri paling ampuh. Gunakan analisis intelektual dan carilah solusi masalah melalui sikap mental yang benar. Keberanian merupakan proses reedukasi. Jadi, jangan segan mencari bantuan dari ahlinya, seperti psikiater atau psikolog.

Racun ketiga: Egoistis
Nyinyir, materialistis, agresif, lebih suka meminta daripada memberi.

Antibodinya: Bersikap sosial.
Cara: Jangan mengeksploitasi teman. Kebahagiaan akan diperoleh apabila kita dapat menolong orang lain. Perlu diketahui orang yang tidak mengharapkan apa pun dari orang lain adalah orang yang tidak pernah merasa dikecewakan.

Racun keempat: Stagnasi
Gejalanya berhenti di satu fase, membuat diri kita merasa jenuh, bosan, dan tidak bahagia.

Antibodinya: Ambisi.
Cara: Teruslah bertumbuh, artinya kita terus berambisi di masa depan kita. Kita akan menemukan kebahagiaan dalam gairah saat meraih ambisi kita tersebut.

Racun kelima: Rasa rendah diri
Gejala: Kehilangan keyakinan diri dan kepercayaan diri serta merasa tidak memiliki kemampuan bersaing.

Antibodi: Keyakinan diri.
Cara: Seseorang tidak akan menang bila sebelum berperang yakin dirinya akan kalah. Bila kita yakin akan kemampuan kita, sebenarnya kita sudah mendapatkan separuh dari target yang ingin kita raih. Jadi, sukses berawal pada saat kita yakin bahwa kita mampu mencapainya.

Racun keenam: Narsistik
Gejala: Kompleks superioritas, terlampau sombong, kebanggaan diri palsu.

Antibodi: Rendah hati.
Cara: Orang yang sombong akan dengan mudah kehilangan teman, karena tanpa kehadiran teman, kita tidak akan berbahagia. Hindari sikap " sok tahu". Dengan rendah hati, kita akan dengan sendirinya mau mendengar orang lain sehingga peluang 50 persen sukses sudah kita raih.

Racun ketujuh: Mengasihani diri
Gejala: Kebiasaan menarik perhatian, suasana hati yang dominan, murung, menghunjam diri, merasa menjadi orang termalang di dunia.

Antibodi: Sublimasi.
Cara: Jangan membuat diri menjadi neurotik, terpaku pada diri sendiri. Lupakan masalah diri dan hindari untuk berperilaku sentimental dan terobsesi terhadap ketergantungan kepada orang lain.

Racun kedelapan: Sikap bermalas-malasan
Gejala: Apatis, jenuh berlanjut, melamun, dan menghabiskan waktu dengan cara tidak produktif, merasa kesepian.

Antibodi: Kerja.
Cara: Buatlah diri kita untuk selalu mengikuti jadwal kerja yang sudah kita rencanakan sebelumnya dengan cara aktif bekerja. Hindari kecenderungan untuk membuat keberadaan kita menjadi tidak berarti dan mengeluh tanpa henti.

Racun kesembilan: Sikap tidak toleran
Gejala: Pikiran picik, kebencian rasial yang picik, angkuh, antagonisme terhadap agama tertentu, prasangka religius.

Antibodi: Kontrol diri.
Cara: Tenangkan emosi kita melalui seni mengontrol diri. Amati mereka secara intelektual. Tingkatkan kadar toleransi kita. Ingat bahwa dunia diciptakan dan tercipta dari keberagaman kultur dan agama.

Racun kesepuluh: Kebencian
Gejala: Keinginan balas dendam, kejam, bengis.

Antibodi: Cinta kasih.
Cara: Hilangkan rasa benci. Belajar memaafkan dan melupakan. Kebencian merupakan salah satu emosi negatif yang menjadi dasar dari rasa ketidakbahagiaan. Orang yang memiliki rasa benci biasanya juga membenci dirinya sendiri karena membenci orang lain. Satu-satunya yang dapat melenyapkan rasa benci adalah cinta. Cinta kasih merupakan kekuatan hakiki yang dapat dimiliki setiap orang.
Simpanlah paket tiket untuk melawan perasaan tidak bahagia dan mengaculah pada paket tiket ini saat kita sedang mengalami rasa depresi dan tidak bahagia. Gunakan sebagai sarana pertolongan pertama saat kita sedang berada dalam kondisi mental gawat darurat demi terhindar dari ketidakbahagiaan berlanjut pada masa mendatang.***

Kado Terindah

March 21st, 2006 by kusmaniez

Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa menghadiahkannya setiap saat dan tak perlu membeli. Meski begitu, delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.

1. KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada disampingnya. Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagian.

2. MENDENGAR
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab, kebanyakan orang Lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Sudah lama diketehui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya. Ini memudahkan Anda memberi tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.

3. D I A M
Seperti kata-kata, didalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya "ruang". Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomeli.

4. KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah, " Kau bebas berbuat semaumu." Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

5. KEINDAHAN
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik ? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari. Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana dirumah.Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.

6. TANGGAPAN POSITIF
Tanpa, sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat,berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan
pujian (dan juga permintaan maaf ) adalah kado cinta yang sering terlupakan.

7. KESEDIAAN MENGALAH
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado " kesediaan mengalah". Okelah, Anda mungkin kesal atau marah karena dia telat datang memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran yang
berlarut-larut ? Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna didunia ini.

8. SENYUMAN
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi ?

Story about boy n girl

March 21st, 2006 by kusmaniez

Sewaktu boy dan girl baru pacaran, boy melipat 1000 burung kertas buat girl, menggantungkannya di dlm kamar girl. Boy mengatakan, 1000 burung kertas itu menandakan 1000 ketulusan hatinya.

Waktu itu, girl dan boy setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka b’dua….

Tetapi pada suatu saat, girl mulai menjauhi boy. Girl memutuskan untuk menikah dan pergi ke Perancis, ke Paris tempat yang dia impikan di dalam mimpinya berkali2 itu!!

Sewaktu girl mau mutusin boy, girl bilang sama boy, kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa….. Menikah bagi cewek adalah kehidupan kedua kalinya!! Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin, sungguh aku tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita setelah menikah…!!

Setelah Girl pergi ke Perancis, Boy bekerja keras, dia pernah menjual koran, menjadi karyawan sementara, bisnis kecil, setiap pekerjaan dia kerjakan dengan sangat baik dan tekun.

Sudah lewat beberapa tahun… Karena pertolongan teman dan kerja kerasnya , akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan. Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Girl, dia masih tidak dapat melupakannya.

Pada suatu hari, waktu itu hujan, Boy dari mobilnya melihat sepasang orang tua berjalan sangat pelan di depan. Dia mengenali mereka, mereka adalah orang tua Girl..

Dia ingin mereka lihat kalau sekarang dia tidak hanya mempunyai mobil pribadi, tetapi juga mempunyai Vila dan perusahaan sendiri, ingin mereka tahu kalau dia bukan seorang yang miskin lagi, dia sekarang adalah seorang Bos. Boy mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti sepasang orang tua tsb.

Hujan terus turun, tanpa henti, biarpun kedua org tua itu memakai payung, tetapi badan mereka tetap basah karena hujan.

Sewaktu mereka sampai tempat tujuan, Boy tercegang oleh apa yang ada di depan matanya, itu adalah tempat pemakaman. Dia melihat di atas papan nisan Girl tersenyum sangat manis terhadapnya.

Di samping makamnya yang kecil, tergantung burung2 kertas yang dibuatkan Boy, dalam hujan burung2 kertas itu terlihat begitu hidup.

Org tua Girl memberitahu Boy, Girl tidak pergi ke paris, Girl terserang kanker, Girl pergi ke surga. Girl ingin Boy menjadi orang, mempunyai keluarga yang harmonis, maka dengan terpaksa berbuat demikian terhadap Boy dulu. Girl bilang dia sangat
mengerti Boy, dia percaya kalau Boy pasti akan berhasil.

Girl mengatakan, kalau pada suatu hari Boy akan datang ke makamnya dan berharap dia membawakan beberapa burung kertas buatnya lagi.

Boy langsung berlutut, berlutut di depan makam Girl, menangis dengan begitu sedihnya. Hujan pada hari Ching Ming itu terasa tidak akan berhenti, membasahi sekujur tubuh Boy.

Boy teringat senyum manis Girl yang begitu manis dan polos, mengingat semua itu, hatinya mulai meneteskan darah…

Sewaktu Orang tua ini keluar dari pemakaman, mereka melihat kalau Boy sudah membukakan pintu mobil untuk mereka. Lagu sedih terdengar dari dalam mobil tersebut.

"Hatiku tidak pernah menyesal, semuanya hanya untukmu 1000 burung kertas,
1000 ketulusan hatiku, beterbangan di dalam angin menginginkan bintang yang lebat besebaran di langit, melewati sungai perak, apakah aku bisa bertemu denganmu? Tidak takut berapapun jauhnya, hanya ingin sekarang langsung berlari ke sampingmu. Masa lalu seperti asap, hilang dan tak kan kembali, menambah kerinduan di hatiku. Bagaimanapun dicari, jodoh kehidupan ini pasti tidak akan berubah.."

(lirik langsung ditranslate dari bahasa Mandarin)