Wanita dicipta untuk dilindungi
November 21st, 2006 by kusmaniezAllah SWT tidak menciptakan wanita dari kepala laki-laki untuk dijadikan
atasannya. Tidak juga Allah SWT ciptakan wanita dari kaki laki-laki untuk
dijadikan bawahannya. Tetapi Allah menciptakan wanita dari tulang rusuk laki-laki, dekat dengan lenganya untuk dilindunginya, dan dekat dengan hatinya untuk dicintainya.
Allah tidak menciptakan wanita sebagai komplementer atau sebagai barang
substitusi apalagi sekedar objek buat laki-laki. Tetapi Allah menciptakan
wanita sebagai teman yang mendampingi hidup Adam tatkala kesepian di
surga. Juga Allah ciptakan wanita sebagai pasangan hidup laki-laki yang
akan menyempurnakan hidupnya sekaligus sebab lahirnya generasi, disamping
tunduk dan beribadah kepada Allah tentunya.
Tetapi mengapa tetap saja ada laki-laki yang tunduk di bawah kaki wanita.
Mengemis cintanya, berharap kasih sayangnya dengan menggadaikan
kepemimpinan, bahkan kehormatan dan harga dirinya.
Wanita dipuja bagai dewa, disanjung bagai Dewi Shinta, yang banyak
menyebabkan laki-laki buta mata, buta telingga, bahkan buta mata hatinya.
Namun ada juga yang menganggap rendah wanita. Wanita dinista, dihina.
Kesuciannya dijadikan objek yang tidak bernilai harganya. Tenaganya
dieksploitasi bagaikan kuda. Kelembutannya dijadikan transaksi murahan
yang tak seimbang valuenya.
Wanita dijadikan sekedar pemuas nafsu belaka, bila habis madunya, dengan
seenaknya di buang ke keranjang sampah, atau dianggap sandal jepit yang
tak berguna.
Jika wanita itu adalah ibu kita, kakak atau adik perempuan kita, dan anak
kita, relakah kita melihat mereka menjajakan diri di gelapnya malam yang
mencekam. Relakah kita melihat mereka membanting tulang mengumpulkan
rupiah atau dollar dengan mayat terbujur kaku sebagai resikonya?
Jika wanita itu adalah ibu kita, kakak atau adik perempuan kita, dan anak
kita, relakah kita membiarkannya seperti seonggok jasad hidup yang tidak
memiliki nilai guna?
Jika wanita itu adalah ibu kita, kakak atau adik perempuan kita, dan anak
kita, relakah kita membiarkannya beringas, liar, ganas, tidak
berpendidikan, bodoh, dunggu, hanya karena ketidakmampuan ayah memberi
nafkah, karena ketidakmampuan kita medidik dan mencintainya, karena
ketidakmampuan kita melindunginya, sebagaimana Allah menciptakan wanita
dari tulang rusuk laki-laki, dekat dengan lengannya untuk dilindunginya,
dekat dengan hatinya untuk dicintainnya.
Ia tetap wanita, yang diciptakan Allah SWT dengan segala kelebihan dan
kekuranganya. Tidak bisa manusia dengan akalnya yang kerdil ini mengganti
kedudukannya apa lagi fitrahnya.
Ia bagaikan sekuntum bunga terpelihara, tidak semua kumbang bisa menghisap
madunya. Lemah lembutlah dalam memperlakukannya, karena kalau tidak, ia
bisa seganas srigala.